Berita

Perlu Percepat Transformasi Layanan Kesehatan Primer

STABAT (25 Januari): Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene mengungkapkan, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) menjadi garda terdepan dalam mengakselerasi pelaksanaan agenda transformasi kesehatan nasional. Namun, kualitas layanan di FKTP belum sepenuhnya memenuhi standar pelayanan minimal.  

"Kami melihat (FKTP) belum secara kuantitas sepenuhnya memenuhi standar pelayanan minimal. Untuk itu menjadi sangat penting agar agenda transformasi pelayanan kesehatan primer berjalan di seluruh provinsi di Indonesia," ujar Felly saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (20/1).

Legislator NasDem itu menambahkan, seusai pandemi Covid-19 saat ini Indonesia sedang menyiapkan transformasi pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.

"Sistem kesehatan kita saat ini masih harus diperbaiki. Kini, Indonesia tengah mengupayakan transformasi kesehatan. Salah satu pilar utamanya adalah transformasi layanan primer yang dijalankan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam pencapaian indikator kesehatan nasional," kata Felly.

Oleh karena itu, Felly berharap adanya terobosan dan kebijakan yang dapat mengakselerasi pelaksanaan agenda transformasi kesehatan primer di seluruh provinsi di Indonesia, terutama penguatan upaya promotif preventif, termasuk deteksi dini di FKTP.

Legislator NasDem dari Dapil Sulawesi Utara itu juga menyampaikan, salah satu tujuan kunjungan kerja itu adalah ingin mengetahui permasalahan fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Langkat secara langsung.

"Kedatangan kami di Kabupaten Langkat dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI, untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan dalam pelayanan kesehatan, terutama di tingkat pertama," tegas Felly.

Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Kabupaten Langkat, Syah Afandin menjelaskan saat ini Kabupaten Langkat yang berpenduduk 1.084.108 jiwa itu hanya memiliki satu rumah sakit umum daerah (RSUD) yang ada di Kecamatan Tanjung Pura serta enam rumah sakit umum swasta.

Syah Afandin juga menyampaikan Kabupaten Langkat masih memiliki puskesmas yang belum sesuai standar fasilitas kesehatan. Yakni Puskesmas Marike, Bukit Lawang, Stabat, Karang Rejo, Secanggang, Pantai Cermin, Stabat Lama, Sei Bamban dan Pematang Jaya.

Untuk itu, Syah Afandin meminta agar dapat dibangun RSUD di Kota Stabat, selaku Ibu Kota Kabupaten Langkat.

"Saya memohon kepada Komisi IX DPR untuk membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Ibu Kota Kabupaten Langkat di Stabat," harapnya. (dpr.go.id/*)

Share: