Berita

Perlu Sinergitas Lintas Sektor Atasi Banjir dan Rob di Demak

DEMAK (20 Januari): Diperlukan sinergi dan koordinasi lintas sektoral antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi kerusakan dampak banjir dan rob di pesisir Kabupaten Demak, Jawa Tengah.  Mengingat dampak yang ditimbulkan banjir dan rob di sejumlah titik di Kabupaten Demak sangat tinggi.

"Kerusakan ini akan berpengaruh pada penurunan kualitas hidup masyarakat, kerusakan ekosistem darat dan laut, maupun indikasi peningkatan kemiskinan," ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw seusai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Kabupaten Demak, Kamis (19/1).

Roberth yang juga Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu meminta Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Demak untuk mengatasi masalah banjir dan rob di wilayah ini.

"Kita lihat tadi juga dampak dari banjir dan rob. Salah satunya akses jalan untuk anak-anak sekolah menjadi terganggu. Ini harus segera diatasi dan menjadi perhatian serius seluruh pihak, mulai pemerintah pusat, provinsi, hingga kota/kabupaten," tandas Roberth.

Legislator NasDem dari Dapil Papua itu juga mendorong pemerintah hadir dengan kajian yang mendalam untuk bisa mengatasi banjir dan rob yang masih terdapat di beberapa titik. Masalah tersebut harus segera ditangani agar masyarakat merasa aman.

"Pemerintah pusat tidak bisa berjalan sendiri harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Apa yang menjadi prioritas dan bisa dilakukan untuk dapat memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat. Maka sinergitas dan koordinasi harus menjadi satu kesatuan," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Demak, Eisti'anah mengatakan untuk menyelesaikan permasalahan banjir dan rob kawasan pesisir Demak tidak dapat dilakukan hanya oleh Pemerintah Kabupaten Demak. Dibutuhkan kolaborasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Ia berharap kedatangan Komisi V DPR ke Kabupaten Demak dapat membantu menyelesaikan permasalahan banjir dan rob di wilayahnya.

"Terima kasih kepada Komisi V DPR yang telah menyempatkan waktu untuk hadir di Kabupaten Demak untuk meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir dan rob. Semoga ada bantuan untuk Kabupaten Demak, karena dari pemerintah Kabupaten Demak tidak sanggup menyelesaikannya sendiri. Apalagi di tambah curah hujan yang luar biasa sehingga semua terdampak, tidak hanya rumah warga namun sampai pertanian juga terdampak,” ungkapnya.

Wilayah pesisir Kabupaten Demak saat ini terus mengalami kerusakan sebagai dampak dari ancaman banjir dan rob. Pada akhir Desember 2022 sampai dengan awal Januari 2023, intensitas hujan sangat tinggi disertai puncak arus pasang dan gelombang tinggi menyebabkan 16 rumah roboh, 49 rumah rusak berat, 26.164 rumah terendam, 5.624 hektar sawah dan 7.456 hektar tambak terkena banjir.

Apabila kondisi banjir dan rob itu tidak segera ditangani, setidaknya 160.000 jiwa penduduk Demak yang tinggal di wilayah pesisir akan semakin mengalami penurunan kualitas hidup, yang akan berdampak panjang pada kesehatan generasi yang akan datang dan indikasi peningkatan kemiskinan. Bencana banjir dan rob akan mengancam keberlangsungan perekonomian karena menurunnya sumber daya laut dan pesisir. (dpr.go.id/*)

Share: