Berita

Perempuan Punya Legitimasi Wujudkan Indonesia Jadi Bangsa Kuat

JEPARA (24 November): Perempuan sebagai ibu bangsa memiliki legitimasi untuk berperan lebih besar dalam mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan bersatu.

"Perempuan di dalam keluarga jelas memiliki peran sentral, tetapi mengapa kekuatan alami itu belum berhasil dibawa ke sektor formal. Kita perlu mendorong perempuan masuk dalam sistem proses pembangunan bangsa," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka acara Temu Tokoh Nasional MPR RI bertema Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Memperkuat Kebangsaan, di sela penyelenggaraan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II di Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari, Bangsri, Jepara, Jateng, Kamis (24/11).

Hadir pada acara tersebut antara lain Amany Burhanuddin Lubis (Guru Besar, Rektor UIN Jakarta), KH Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama 2014-2019), KH Nuruddin Amin (Wakil Ketua DPRD Jepara) dan Suyoto (Bupati Bojonegoro 2008-2018).

Saat ini, ujar Lestari yang akrab disapa Rerie, banyak permasalahan bangsa yang harus kita hadapi. Melalui pelaksanaan KUPI II itu para perempuan diharapkan ikut aktif mempengaruhi kebijakan dalam upaya menjawab berbagai tantangan tersebut.

Menurut Legislator NasDem itu KUPI adalah salah satu kekuatan yang luar biasa yang bisa mewujudkan peningkatan partisipasi perempuan di ruang publik.

Jadi, tegas Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, apa pun partai dan golongannya para perempuan harus membuka kesempatan seluas-luasnya agar mampu melakukan perubahan dari dalam sistem ketatanegaraan yang kita jalankan.

Apalagi, ujar Rerie, saat pandemi kita dipacu untuk melakukan banyak perubahan. Sebelumnya, bangsa ini juga menghadapi lompatan-lompatan teknologi yang belum sepenuhnya bisa kita antisipasi sejumlah dampaknya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga mengingatkan para hadirin tentang pentingnya empat pilar kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam keseharian.

Ke empat konsensus kebangsaan itu, tegas Legislator NasDem dari Dapil Jawa Tengah II (Demak, Kudus, Jepara) tersebut harus menjadi nafas setiap anak bangsa, termasuk para anggota KUPI, dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rerie berharap di era ini para anggota KUPI dapat berperan dalam mengisi pembangunan dan mampu menjadi agen pemersatu bangsa.

Apalagi, ujarnya, tantangan global seperti resesi ekonomi dan pemikiran-pemikiran besar yang mendorong  gerakan ekstrim kiri maupun kanan berpotensi mengancam bangsa.

"Kita harus bersatu untuk menangkal para anasir yang membawa berbagai ancaman tersebut ke Tanah Air. Saya yakin para anggota KUPI mampu mendidik anak bangsa untuk mewujudkan bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan bersatu," pungkasnya.(*)

Share: