Berita

Pembinaan dan Kualitas Guru belum Jadi Perhatian

JAKARTA (24 November): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Haerul Amri menilai persoalah dunia pendidikan di Indonesia masih banyak yang belum terselesaikan. Mulai dari infrastruktur fisik hingga masalah perekrutan, pembinaan, penempatan, dan kualitas guru.

"Saat ini kita dihadapkan pada persoalan teknis perekrutan dan penempatan guru yang tidak selesai- selesai. Jauh dari substansi dasar tentang pembinaan dan kualitas guru," ujar Haerul dalam Forum Diskusi Denpasar 12 dengan tema 'Transformasi Guru Berkualitas Pasca Perhelatan Presidensi Indonesia dalam G20, secara daring, Rabu (23/11).

Haerul yang akrab disapa Aam menegaskan, usaha pemerintah dalam memenuhi kuota guru lewat rekrutmen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) juga masih diselimuti banyak kendala.

Salah satu masalah yang muncul ialah tidak sinkronnya formasi yang ditetapkan pemerintah pusat dan formasi yang diajukan pemerintah daerah.

"Ada formasi tetapi tidak terpenuhi, ada seleksi tapi tidak terpenuhi, banyak yang lulus tapi tidak ada formasi, dan sebagainya yang mempersulit kondisi sumber daya guru kita," ujarnya.

Aam mendorong pemerintah pusat dan daerah memperbaiki komunikasi dan berkolaborasi menyelesaikan persoalan formasi guru. Pemenuhan formasi, strategi, skema dan penempatan guru untuk mengisi kekosongan formasi harus menjadi perhatian.

Terkait agenda G20 Presidensi Indonesia, salah satu agenda yang dibawa ialah perbaikan kualitas pendidikan. Alasan kuat yang mendasari agenda pendidikan ialah Indonesia sedang dalam proses menjemput peluang bonus demografi.

"Bonus demografi sebuah aset berharga dalam kacamata pembangunan. Semua itu dapat tercapai apabila Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Akan tetapi, apabila sektor pendidikan tidak berbenah, maka akan menjadi sebuah kerugian," tandasnya.

Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Pasuruan) itu menambahkan, yang tidak kalah penting dari pembenahan pendidikan adalah soal infrastruktur. Infrastruktur memiliki pengaruh yang signifikan bagi kualitas pendidikan di Indonesia.

Infrastruktur yang memadai membuat pembelajaran menjadi lebih optimal, siswa mampu mengeksplorasi minat dan bakatnya dengan lebih leluasa, dan guru mampu memfasilitasi murid- murid dengan lebih baik.

"Tujuan pendidikan adalah menciptakan masa depan yang lebih baik. Masa depan akan bergerak jauh lebih dinamis dari saat ini, terlebih dengan teknologi yang terus berkembang," pungkasnya. (dis/*)

Share: