Berita

Restorative Justice Harus Korektif dan Rehabilitatif

JAKARTA (23 November): Penerapan Restorative Justice harus dikembalikan pada konsep awal yang bertujuan memulihkan kembali. Artinya, posisi korban harus dipulihkan dan pelaku kejahatan dibimbing untuk tidak mengulangi tindak kejahatan dan memahami bahwa perbuatannya adalah salah.

Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari saat Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/11).

“Selama ini, sering kali penegakan hukum berjalan sendiri. Pelakunya dihukum, tapi korban tidak mendapatkan manfaat apa-apa. Paradigma ini yang harus dibangun ketika kita memahami konsep restorative justice. Restorative justice juga harus dibaca dengan satu napas dengan korektif dan rehabilitatif. Artinya, ketika pendekatan restorative justice dilakukan, sekaligus kita berupaya untuk memulihkan keadaan korban,” papar Taufik.

Legislator NasDem dari Dapil Lampung I (Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Barat, Tanggamus, Pesawaran, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Pringsewu, Pesisir Barat) itu juga menegaskan harus tetap ada pendampingan yang dilakukan Kejaksaan Agung kepada pelaku kejahatan bahwa ada sifat korektif dalam penerapan restorative justice.

“Pelaku harus memahami bahwa perbuatan pelaku adalah tetap salah, meskipun kasusnya dihentikan. Perbuatan pelaku bukan kita benarkan dengan menghentikan melalui restorative justice. Jadi korektifnya ada,” tandas Taufik.

Bukan hanya itu, Taufik juga menekankan penting adanya aspek rehabilitatif dalam restorative justice yaitu pembimbingan untuk memperbaiki pelaku. Oleh karena itu, diharapkan ketika restorative justice diterapkan pada suatu perkara maka pelaku kejahatan tidak kemudian dilepas begitu saja. Tapi, bagaimana kemudian Kejaksaan juga melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi mengingatkan pelaku agar ke depannya tidak lagi mengulangi perbuatan kejahatan dan publik merasa turut dilibatkan dalam konsep restorative justice tersebut.

“Mudah-mudahan, Kejaksaan bisa melakukan itu. Harapan saya benar-benar berikan kepada para jaksa supaya kita semakin menggiatkan restorative justice sesuai konsep yang benar, sehingga masyarakat akan kembali mencintai kejaksaan dan memberikan kepercayaan penuh kepada kejaksaan seperti yang selama ini sudah kita perjuangkan,” pungkas Taufik.(dpr.go.id/*)

Share: