Berita

NasDem Minta Pemerintah Matangkan Kajian Program Kompor Listrik

JAKARTA (23 September): Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto meminta pemerintah agar melakukan kajian mendalam dan persiapan matang untuk rencana konversi penggunaan kompor gas ke listrik.

Pemerintah berencana membagikan paket kompor listrik kepada 30.000 rumah tangga miskin. Rencana itu dalam rangka penggantian penggunaan kompor gas ke kompor listrik.

"Yang jauh lebih penting adalah rasio elektrifikasi. Rasio yang sekarang dipakai pendekatannya berbasis desa. Harusnya berbasis keluarga," kata Sugeng di Jakarta, Rabu (21/9).

Legislator NasDem itu menilai penggunaan rasio ketersediaan listrik per desa kurang tepat walaupun sudah mencapai 99%. Mengingat kompor listrik itu akan digunakan per rumah tangga.

"Jadi elektrifikasi 100 persen harus berdasarkan rumah tangga, bukan desa," tandasnya.

Setelah ketersediaan listrik rumah tangga dipastikan, kata Legislator NasDem dari Dapil Jawa Tengah VIII (Banyumas, Cilacap) itu, adalah kehandalan listrik yang digunakan yakni sejauh mana listrik yang teraliri ke rumah tangga ini tersedia sepanjang waktu.

"Apakah dari sisi daya naik turun apa enggak karena ini menyangkut alat elektronik," imbuhnya.

Lebih lanjut Sugeng mempertanyakan sasaran atas program tersebut. Menurutnya, program itu bisa berjalan jika sasarannya adalah masyarakat menengah atas.

"Kalau sasarannya kelas menengah atas itu bisa. Sebaliknya jika target penerima paket bantuan kompor listrik adalah masyarakat miskin, maka perlu dibahas kembali," urainya.

Jika sasarannya adalah masyarakat miskin, Sugeng khawatir program tersebut justru memberatkan. Baik itu dalam hal penambahan daya listrik maupun implementasinya nanti.

"Makanya kalau ada program ini, harusnya tidak boleh membebankan masyarakat miskin. Dari penambahan daya atau ketika dipakai kompor listriknya," pungkasnya.(dis/*)

Share: