Berita

Kemenag Perlu Lobi Arab Saudi Tambah Kuota Haji Indonesia

JAKARTA (10 Juni): Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni mendesak pemerintah agar menemukan solusi dalam menangani persoalan menumpuknya calon jemaah haji (CJH) Indonesia. Solusi tersebut, guna mengantisipasi antrean yang lebih panjang lagi di tahun mendatang pascapandemi Covid-19.

“Dengan adanya pembatalan keberangkatan (haji), tentu pemerintah sudah memahami konsekuensinya. Salah satunya antrean yang bertambah panjang. Ini harus dicarikan solusinya. Di antaranya dengan penambahan kuota haji untuk Indonesia,” ujar Lisda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/6).

Legislator NasDem itu menjelaskan, harus ada pendekatan yang lebih intens antara Pemerintah Indonesia dengan Otoritas Arab Saudi, agar penambahan kuota ini bisa terwujud.

Ditambahkan, jemaah calon haji yang tertunda keberangkatan, baik tahun 2020 maupun 2021, harus menjadi prioritas pemberangkatan pada musin haji 2022. Tidak boleh ada jemaah calon haji yang baru mendaftar menyodok mereka yang sudah dua tahun antre. Kemenag harus memastikan agar tidak ada lagi menerima calon jemaah haji ‘titipan yang akan menambah panjang daftar antrean.

“Jangan ada lagi sistem titipan. Kasihan kan sama yang sudah menunggu bertahun-tahun. Prioritaskan jemaah haji yang tertunda keberangkatannya (2020-2021) pada musim haji yang akan datang di tahun 2022," ujar Lisda.

Anggota DPR RI dari dapil Sumatera Barat I (Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, dan Kota Padangpanjang) tersebut juga berharap kepada masyarakat, agar tidak mudah termakan oleh informasi hoaks bernada provokatif tetapi mencari informasi yang lebih tepat pada sumbernya.

“Banyak sekali hoax dan isu provokatif yang beredar pasca pembatalan keberangkatan haji. Namun masyarakat kita harapkan dapat lebih cerdas dalam mencerna informasi. Bila perlu tanyakan langsung kepada pihak yang berwenang di bidangnya. Secara pribadi, saya siap berdiskusi ataupun menjelaskan terkait hal ini kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kemenag membatalkan keberangkatan calon jemaah haji Indonesia tahun 2021. Pembatalan ini karena kasus terpapar Covid-19 terus meningkat di Indonesia. Selain itu, Kerajaan Arab Saudi juga belum membuka akses bagi calon jemaah haji asal Indonesia.

Pembatalan itu merupakan yang kedua kalinya, yakni tahun 2020 dan 2021 sejak pandemi Covid-19 melanda dunia. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya penumpukan calon jemaah haji yang akan berangkat. Setidaknya, penumpukan antrean calon jemaah haji Indonesia mencapai 500.000 orang. Ini pasti akan menambah panjang antrean dan memperlama masa keberangkatan.(Bee/*)

Share: