Berita

Produk Riset ITI Harus ke Tingkat Industrialisasi

TANGERANG SELATAN (12 April): Institut Teknologi Indonesia (ITI) dinilai telah memenuhi syarat sumber daya manusia unggulan yang dapat menciptakan produk-produk teknologi dengan kualitas bagus dan harga terjangkau (affordable).

Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengemukakan itu seusai memimpin tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI yang menyaksikan pameran karya mahasiswa ITI di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (10/4).

Sugeng mendorong ITI untuk bermitra dengan dunia industri nasional. Ia pun mendorong agar produk-produk riset dari ITI dapat melakukan hilirisasi produk di tingkat industri nasional.

“Sudah jadi kewajiban kita (Komisi VII DPR) mendorong institusi pendidikan ini. Produk-produk riset harus menjadi hilirisasi di tingkat industrialisasi," ujar Legislator Nasdem tersebut.

Wakil rakyat dari dapil Jawa Tengah VIII (Kabupaten Cilacap dan Banyumas) itu juga mengapresiasi hasil karya kreatif dari mahasiswa ITI yang memang dilihatnya sangat beragam. Ia meminta para mahasiswa tersebut tidak hanya selesai sekadar pada pembuatan Purwarupa.

"Namun, prototype tersebut bisa menjadi produk yang dijual secara masif yang dapat menjadi bantuan dukungan bagi industri," imbuhnya.

Sugeng menambahkan, saat ini Indonesia minim sekali produk-produk inovasi yang mendunia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Hal itu disebabkan kurangnya dukungan riset pemerintah terhadap para mahasiswa.

Untuk itu, Legislator NasDem ini meminta pemerintah memberikan komitmen dan perhatian terhadap institusi pendidikan seperti ITI.

“Seperti industri 4.0 itu mensyaratkan kemampuan bangsa kita berpikir inovatif dan juga presisi dalam hal perhitungan-perhitungan. Saya kira ITI harus ke sana arahnya," jelasnya.

Tidak sekadar akurasi, lanjut Sugeng, tetapi juga presisi. Maka dari itu, dia menyebutkan, Komisi VII DPR sangat mendukung  ITI dikembangkan menjadi institut yang hebat.(dpr.go.id/*)

Share: