Berita

Gobel Minta Pemkot Palopo Proaktif Pulihkan Jalan Trans Sulawesi

JAKARTA (19 November): Wakil Ketua DPR RI dari Partai NasDem, Rachmad Gobel, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) proaktif, agar jalan Trans Sulawesi yang terputus bisa segera dibangun lagi.

Menurut Gobel, percepatan pemulihan Trans Sulawesi itu sangat penting. Selain memberikan kemudahan dalam mobilitas penduduk, juga penting bagi perekonomian rakyat.  Terlebih, putusnya Trans Sulawesi berdampak pada hilangnya mata pencaharian pedagang oleh-oleh di sekitar jalur tersebut.

Hal tersebut dikemukakan Legislator NasDem yang juga Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Sulawesi DPP Partai NasDem itu saat melakukan road show ke sejumlah tempat di Sulawesi.

"Untuk itu, saya selaku Wakil Ketua DPR RI meminta wali kota setempat untuk proaktif dengan berkirim surat ke DPR maupun ke Pemerintah Pusat. Kami sebagai wakil rakyat di Pusat akan ikut membantu dengan mendorong Pemerintah Pusat melakukan percepatan," ujar Gobel, Sabtu (14/11).

Anggota DPR RI tersebut saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke 22 kabupaten dan kota di Sulsel dengan perjalanan darat yang menempuh jarak sekitar 2.800 km.

Saat melewati jalur yang terputus ini, Gobel melanjutkan dengan berjalan kaki dan berganti kendaraan yang kemudian disambut Wali Kota Palopo.

Jalan Trans Sulawesi terputus akibat longsor di Kelurahan Battang Barat, Wara Barat, Kota Palopo. Longsor terjadi pada akhir Juni 2020, lebih dari 4,5 bulan lalu.

Bencana itu mengakibatkan delapan rumah lenyap terbawa longsor, namun tak ada korban jiwa. Ruas longsor tersebut menghubungkan Toraja dengan Palopo.

Jalur itu berkelok-kelok dengan jurang di satu sisi dan tebing di sisi lainnya. Jalur tersebut berbukit-bukit. Akibat terputusnya jalan itu lalu-lintas utara-selatan menjadi terganggu. Pemerintah telah memberikan solusi sementara dengan membangun jembatan gantung.

Jembatan sepanjang 84 meter itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Sedangkan untuk mobil harus memutar melalui jalan yang lebih kecil dan menghabiskan waktu tempuh yang jauh lebih lama yaitu mencapai sekitar delapan jam.(dpr.go.id/*)

Share: