Berita

Fanatik Boleh Asal Jangan Anarkis

Suporter Sepakbola Tim Nasional Indonesia kembali terjerat kasus kerusuhan saat Laga Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama GBK, Kamis (5/9) lalu. Kerusuhan tersebut dapat mencoreng nama baik persepakbolaan Indonesia dan mengurangi animo masyarakat mendukung Timnas Indonesia.

Kresna Dewanata Phrosakh, anggota DPR RI dari Partai NasDem, menyayangkan insiden tersebut dan berhadap ada kesadaran di masyarakat.

"Saya juga pendukung Timnas fanatik tapi tidak anarkis, saya berharap kerusuhan tidak terjadi karena dari dampaknya animo penonton pun bisa berkurang jika opini masyarakat mendukung langsung di stadion itu dekat dengan kerusuhan," ungkap Kresna di Jakarta, Senin (9/9).

Putra Malang ini menerangkan bahwa peran suporter sangat membantu spirit para pemain yang sedang bertanding dan salah satu faktor penentu dalam memberikan tekanan kepada lawan bila disampaikan dengan hal yang positif dan kreatif.

Sebaliknya ia menjelaskan bila dalam dukungan tersebut bisa menjadi sebuah tindakan yang tidak elok ketika dukungan fanatik menjadi dukungan anarkis. Karena hal tersebut bisa merugikan baik untuk mental pemain Timnas dan hukuman disiplin dari penyelenggara sudah menanti, maka kerugian yang diderita menjadi berlipat.

"Kita tidak bisa melihat siapa yang memulai duluan pemicu keributan tersebut. Apa pun yg terjadi tuan rumah harus menjadi role model bagi tim tamu, apalagi citra selama ini sepakbola Indonesia sudah maju aman dan sedang mengejar prestasi yang lebih besar," papar Kresna.

Caleg petahana terpilih dari NasDem ini pun berkeinginan komunitas suporter dalam mengampanyekan kick out racism and stop violation menjadi hal mutlak agar baik penonton yang mendukung secara langsung dan tidak langsung bisa merasakan sepakbola yang layak menjadi tontonan dan sumber kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.

Share: